MASALAH DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
MASALAH KESULITAN
DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Materi Pelajaran Kimia di SMA banyak berisi konsep-konsep yang cukup
sulit untuk difahami siswa, karena menyangkut reaksi-reaksi kimia dan
hitungan-hitungan serta menyangkut konsep-konsep yang bersifat abstrak.
Dalam proses pembelajaran kimia di beberapa sekolah selama ini terlihat
kurang menarik, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang memiliki minat
pada pelajaran kimia, sehingga suasana kelas cenderung pasif, sedikit
sekali siswa yang bertanya pada guru meskipun materi yang diajarkan
belum dapat dipahami. Dalam pembelajaran seperti ini mereka akan merasa
seolah-olah dipaksa untuk belajar sehingga jiwanya tertekan. Keadaan
demikian menimbulkan kejengkelan, kebosanan, sikap masa bodoh, sehingga
perhatian, minat, dan motivasi siswa dalam pembelajaran menjadi rendah.
Hal ini akan berdampak terhadap ketidaktercapaian tujuan pembelajaran
kimia.
Hasil penelitian yang dilakukan selama ini (Sunyono, 2005), ternyata
rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan pada umumnya siswa
mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang menyangkut
reaksi kimia dan hitungan kimia, akibat rendahnya pemahaman
konsep-konsep kimia dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran kimia.
Di samping itu, guru kurang memberikan contoh-contoh konkrit tentang
reaksi-reaksi yang ada di lingkungan sekitar dan sering dijumpai siswa.
Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran
kimia di kelas dengan menerapkan pendekatan dan metode yang tepat.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa rendahnya aktivitas,
minat, dan hasil belajar kimia siswa dapat disebabkan oleh beberapa
faktor antara lain: (1) Penyampaian materi kimia oleh guru dengan metode
demonstrasi yang hanya sekali-kali dan diskusi cenderung membuat siswa
jenuh, siswa hanya dijejali informasi yang kurang konkrit dan diskusi
yang kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah
diberi pengalaman langsung dalam mengamati suatu reaksi kimia, sehingga
siswa menganggap materi pelajaran kimia adalah abstrak dan sulit
difahami; (3) Metode mengajar yang digunakan guru kurang bervariasi dan
tidak inovatif, sehingga membosankan dan tidak menarik minat siswa. Hal
ini menunjukkan kompetensi guru kimia yang masih perlu ditingkatkan.
Rendahnya aktivitas belajar siswa dalam mempelajari kimia diduga
disebabkan kimia merupakan ilmu yang tidak bermanfaat dalam kehidupannya
kelak, selain adanya anggapan bahwa kimia adalah ilmu yang sukar
dipelajari. Untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar kimia siswa,
guru perlu melakukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran melalui
kegiatan yang kreatif dan inovatif. Pembelajaran kimia yang berorientasi
pada penumbuhan keterampilan generik sains (KGS) perlu dikembangkan,
agar siswa dapat memahami bahwa kimia adalah ilmu yang terkait dalam
kehidupan manusia sehari-hari, sehingga anggapan di atas dapat
diminimalisir. Dengan demikian, Pembelajaran kimia yang diterapkan
haruslah mempertimbangkan karakteristik siswa, karakteristik materi
kimia, dan kondisi sekolah atau fasilitas yang dimiliki sekolah. Oleh
sebab itu, perlu dilakukan identifikasi masalah-masalah pembelajaran
kimia, baik dilihat dari motivasi belajar siswa dan kompetensi siswa
maupun karakteristik konsep-konsep kimia yang akan dibelajarkan pada
siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar